Semanggi Empat Daun

Semanggi Empat Daun

-Sebagian harapan itu tidak selalu berbentuk kebahagiaan-

(gingersfairy)

Kali pertama Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, Ah Jue memberikan tangkai semanggi empat daun itu tanpa sedikitpun merasa berat hati seolah-olah keberadaan semanggi empat daun itu tidaklah penting bagi kehidupannya. Selanjutnya kali terakhir Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, malahan lelaki itu yang kemudian memberikan setangkai semanggi empat daun dengan sikap acuh tak acuhnya kepada Ah Jue.

Ah Jue menatap tangkai itu dengan suara rendah. “Itu tidak akan mengabulkan permohonan kali kedua.”

“Ini tangkai yang lain,” katanya masih acuh tak acuh.

Untuk pertama kalinya Ah Jue berpikir semanggi empat daun ini mungkin bisa mengabulkan permohonannya sebagaimana yang terus dibualkan oleh adik lelaki tampan itu dan juga teman sebangsalnya yang sering mengoceh sesuatu tidak penting yang bernama ‘keajaiban’.

“Aku berharap… Tuhan membiarkan aku mati dengan damai.”

***